<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.2" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>KantinMilan.org ::: Himakom UGM Blogger Community</title>
	<link>http://kantinmilan.org</link>
	<description>:::Himakom UGM Blogger Community:::</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 05:13:38 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Madina</title>
		<link>http://blog.aldohas.com/blog/madina/</link>
		<comments>http://blog.aldohas.com/blog/madina/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 05:13:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Image]]></category>

		<category><![CDATA[Pics Of The Day]]></category>

		<category><![CDATA[Picture]]></category>

		<category><![CDATA[photo]]></category>

		<category><![CDATA[photography]]></category>

		<category><![CDATA[pics]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/muslimaya/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[


by archiaston at pbase.com
No Tags]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i.pbase.com/o6/76/410576/1/72176928.Bduzgbnq.P1011156.JPG" alt="" width="510" height="382" /><br />
<img src="http://k53.pbase.com/o6/76/410576/1/72176924.Amqmheid.P1011119.JPG" alt="" /></p>
<p><img src="http://k53.pbase.com/o6/76/410576/1/72176930.WCzXkvrW.P1011164.JPG" alt="" /></p>
<p><a href="http://www.pbase.com/archiaston/hajj_pilgrimage&amp;page=5">by archiaston at pbase.com</a></p>
No Tags]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.aldohas.com/blog/madina/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Doubtful Debate</title>
		<link>http://fachry.wordpress.com/2008/11/20/doubtful-debate/</link>
		<comments>http://fachry.wordpress.com/2008/11/20/doubtful-debate/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 02:53:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[ShouT your Mind!!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fachry.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Belum lama ini saya menanyakan kepada seseorang tentang sebuah komunitas debat yang dulu rajin disambanginya, bahkan komunitas itu sempat menjadi lingkaran terdekatnya dalam beberapa masa..kenapa saya tertarik untuk menanyakan hal ini, karena saya sedikit jengah dengan beberapa tayangan di TV tentang debat-debat yang tidak berujung pada sebuah solusi konstruktif, yang seolah-olah cuma menjadi ajang adu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><br /><p>Belum lama ini saya menanyakan kepada <a href="http://geknana.wordpress.com">seseorang</a> tentang sebuah komunitas debat yang dulu rajin disambanginya, bahkan komunitas itu sempat menjadi lingkaran terdekatnya dalam beberapa masa..kenapa saya tertarik untuk menanyakan hal ini, karena saya sedikit jengah dengan beberapa tayangan di TV tentang debat-debat yang tidak berujung pada sebuah solusi konstruktif, yang seolah-olah cuma menjadi ajang adu retorika belaka dari beberapa kepentingan.</p>
<p>dan pertanyaan itu pun mendapat jawaban, memang kata beliau, sebuah debat &#8216;hanya&#8217; ditujukan untuk melatih public speaking, kemampuan berdiplomasi dan kemampuan tampil, bukannya untuk mencari solusi, karena memang sejak awal bukan itu lah tujuan lomba debat. dan bisa kita lihat kebiasaan itu pun menjalar ke level-level yang lebih tinggi, level dewan misalnya.</p>
<p>saya jadi ingat cerita salah satu kawan di IPM, yang sedang mengikuti training kepemimpinan, disitu ada sebuah pertanyaan menarik untuk diperdebatkan, begini pertanyaannya &#8220;Ada seorang kader baru keluar dari training tengah malam, tiba-tiba dia ditelepon bahwa ibunya sedang berada dalam sakaratul maut, dia pacu motornya, tetapi tiba-tiba ada lampu merah, tidak ada polisi, menurut anda apakah dia harus menerobos lampu merah itu?atau tetap berhenti, tapi kalo bertahan, situasinya bakalan gawat, dan mungkin dy tidak sempat bertemu dengan orang tuanya&#8221;</p>
<p>Kemudian para peserta berdebat sengit luar biasa, bahkan sampai berjam-jam, bahkan hingga instruktur tertawa, menertawakan kekonyolan yang sedang terjadi. Memang saya akui banyak hal-hal yang dipelajari, seperti keberanian dan sebagainya, tapi sejak awal peserta tidak diajarkan untuk berpikir besar, permasalahan yang dibahas pun masih remeh-temeh, kenapa? karena sejak awal yang dilatih adalah teknik berdebat.</p>
<p>Jadi disitu orang belajar tentang retorika, public speaking dan seterusnya, namun <!-- lanjutin membaca more-->tidak belajar bagaimana &#8220;membaca&#8221;, lalu yang disampaikan bukan ilmu, yang disampaikan hanyalah retorika, dan setelah mendengarkan ceramah-ceramah dan debat-debat berjam-jam, setelah itu kita akan mengambil kesimpulan bahwa tidak ada solusi yang diperoleh hari ini. itulah masalahnya.</p>
<p>Dulu, sekitar 1400 tahun yang lalu, hal-hal seperti ini pernah dibahas oleh Sang Pencipta kepada umat pada saat itu, bahkan tak tanggung-tanggung orang yang ditegur adalah orang sekaliber <a href="http://www.kotasantri.com/galeria.php?aksi=DetailArtikel&amp;artid=6">Abu Bakar Ash Shiddiq</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Umar_bin_Khattab">&#8216;Umar Ibn Khattab</a>, dan hal itu tertulis abadi pada ayat ini :</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ</p>
<p>لِبَعْضٍ أَن تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنتُمْ لَا تَشْعُرُونَ</p>
<p><strong>[49:2]</strong> Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari.<strong>[ Al Hujurat Ayat 2]</strong></p>
<p>Ayat ini turun pada saat itu Umar dan Abu Bakar sedang berdebat, dan mereka perdebatkan itu adalah urusan agama, urusan pergerakan, urusan dakwah, di Masjid pula, hingga suara mereka meninggi melebihi suara Rasulullah, hingga selesai ayat ini turun Rasulullah berdiri dan mengatakan &#8220;<em>Hampir saja kedua sahabatku itu binasa</em>&#8220;</p>
<p>Suara! Suara saudaraku!! suara saja mendapat teguran langsung dari langit!!!</p>
<p>Apa poin saya? bukannya saya memandang debat hanyalah hal-hal remeh temeh, dan bukannya saya juga membenci debat, tapi debat pun harus memberi solusi dan kontruksi, sehingga pendengar tidak hanya menjadi penilai siapa pendebat yang lebih jago belaka, tapi pendengar pun harus mendapatkan ilmu dan solusi dari hasil perdebatan, solusi ini lah yang akan masuk ke pikiran pendengar, bergema..berdentang bertalu-talu di otak mereka, memaksa otak mereka bekerja keras untuk ikut ambil bagian di usaha-usaha konstruktif membangun bangsa yang sedang terpuruk ini.</p>
<p>Kalo hanya kemampuan bicara tanpa makna, burung Beo pun bisa - kata Iwan Fals</p>
<p>
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fachry.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fachry.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fachry.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fachry.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fachry.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fachry.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fachry.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fachry.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fachry.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fachry.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fachry.wordpress.com&amp;blog=435618&amp;post=165&amp;subd=fachry&amp;ref=&amp;feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fachry.wordpress.com/2008/11/20/doubtful-debate/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Biografi Syaikh Abdurrohman bin Nashir As Sa’di</title>
		<link>http://blog.aldohas.com/blog/biografi-syaikh-abdurrohman-bin-nashir-as-sa%e2%80%99di/</link>
		<comments>http://blog.aldohas.com/blog/biografi-syaikh-abdurrohman-bin-nashir-as-sa%e2%80%99di/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 02:16:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Biografi]]></category>

		<category><![CDATA[Biography]]></category>

		<category><![CDATA[tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/blog/?p=425</guid>
		<description><![CDATA[(Buah pena seorang muridnya)
Penerjemah: Abu Muslih Ari Wahyudi (Staf Pengajar Ma’had Ilmi)
Diambil dari kitab Al Mukhtaraat Al Jaaliyah, karya Syaikh As Sa’di cetakan Mu’assasah as-Sa’diyah, disertai beberapa penambahan
Beliau adalah Al ‘Allamah (seorang yang sangat dalam ilmunya) yang memiliki sifat wara’ (hati-hati), zuhud, pengingat akan generasi salaf asy-Syaikh Abdur-Rahman bin Nashir bin Abdillah Alu Sa’di Tamimi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Buah pena seorang muridnya)<br />
Penerjemah: Abu Muslih Ari Wahyudi (Staf Pengajar Ma’had Ilmi)</p>
<p>Diambil dari kitab Al Mukhtaraat Al Jaaliyah, karya Syaikh As Sa’di cetakan Mu’assasah as-Sa’diyah, disertai beberapa penambahan</p>
<p>Beliau adalah Al ‘Allamah (seorang yang sangat dalam ilmunya) yang memiliki sifat wara’ (hati-hati), zuhud, pengingat akan generasi salaf asy-Syaikh Abdur-Rahman bin Nashir bin Abdillah Alu Sa’di Tamimi Al Hambali.</p>
<h3>Kelahirannya</h3>
<p>Beliau dilahirkan di kota ‘Unaizah di wilayah Qashim pada tahun 1307 hijriah, ibundanya telah meninggal pada saat beliau masih berumur 4 tahun, lalu ayahandanya juga meninggal pada tahun 1314 H ketika beliau menginjak umur 8 tahun, dan kemudian istri ayahnya (ibu tiri beliau) memberikan perhatian yang besar kepada beliau, sehingga beliau amat disayanginya melebihi kasih sayangnya kepada anak-anaknya sendiri, demikian pula saudaranya, Hamad dirawat olehnya, sehingga tumbuhlah Syaikh dengan baik. Beliau pun memasuki madrasah tahfizh/penghafal Quran dan sudah bisa menghafalnya dalam umur 11 tahun, dan beliau mampu menghafal Al Quran di luar kepala ketika mencapai umur 14 tahun.</p>
<h3>Guru-Guru Beliau</h3>
<p>Setelah beliau bisa menghafalkan Al Quran dengan melihat mushaf maupun di luar kepala maka beliau pun menyibukkan diri dengan menuntut ilmu syar’i, beliau membaca pelajaran Hadits kepada Ibrahim bin Hamd bin Jasir, membaca pelajaran Fikih dan Nahwu kepada Muhammad bin Abdul Karim Asy Syibl, membaca pelajaran tauhid, tafsir, fikih dan ushul fikih, dan juga nahwu kepada Syaikh Shalih bin Utsman Qadhi di ‘Unaizah beliaulah guru yang paling banyak ditimba ilmunya oleh Syaikh, beliau belajar secara terus menerus kepadanya sampai tamat hingga ia wafat.</p>
<p>Dan beliau juga membaca pelajaran kepada Syaikh Abdullah bin ‘Aidh dan Syaikh Sha’ab bin Abdullah at-Tuwaijiri, Syaikh Ali as-Sinani, Syaikh Ali bin Nashir Abu Wadi; beliau membaca pelajaran hadits dan kitab-kitab induk hadits yang enam kepadanya, maka ia pun memberikan ijazah kepada beliau untuk meriwayatkan hadits. Beliau juga membaca pelajaran kepada Syaikh Muhammad asy-Syinqithi ketika masih tinggal di Hijaz dulu, kemudian ia pindah ke kota az-Zubair, beliau membaca pelajaran tafsir, hadits dan mushthalah hadits kepadanya sewaktu ia menetap di kota ‘Unaizah.</p>
<h3>Beliau Mulai Memberikan Pelajaran</h3>
<p>Ketika umur beliau sudah mencapai 23 tahun, beliau sudah mulai membuka pelajaran, beliau senantiasa belajar dan mengajar, dan memanfaatkan waktunya untuk itu. Beliau juga menggeluti penelitian karya-karya tulis Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan karya-karya muridnya Ibnul Qayyim dengan penuh perhatian dan pemahaman, sehingga beliau sangat banyak mengambil faedah dari karya-karya ini.</p>
<h3>Murid-Murid Beliau</h3>
<p>Banyak sekali orang yang telah mengambil ilmu dari beliau, di antara murid beliau yang terkenal adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>Pertama</strong>, Syaikh Sulaiman bin Ibrahim al-Bassam yang mengajar di Ma’had ‘Ilmi dan pernah ditunjuk sebagai Qadhi tapi ia menolaknya.<br />
<strong>Kedua</strong>, Syaikh Muhammad bin Abdul ‘Aziz al-Mathu’ yang menjabat sebagai Qadhi di Majma’ah kemudian di ‘Unaizah.<br />
<strong>Ketiga</strong>, Syaikh Abdullah bin Abdur-Rahman al-Bassam salah seorang anggota Lembaga Peneliti di Propinsi bagian Barat dan juga anggota Lembaga Ulama Besar.<br />
<strong>Keempat</strong>, Syaikh Muhammad al-Manshur az-Zamil yang mengajar di Ma’had ‘Unaizah al-‘Ilmi.<br />
<strong>Kelima</strong>, Syaikh Ali bin Muhammad az-Zamil seorang pengajar di Ma’had ‘Unaizah, ia adalah warga Nejed yang paling mengerti ilmu Nahwu di masanya.<br />
<strong>Keenam</strong>, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ustadz di Jami’ah Muhammad bin Su’ud al-Islamiyah di Qashim dan menjadi pengganti gurunya sebagai imam di Masjid Jami’ di ‘Unaizah, beliau juga termasuk salah seorang anggota Lembaga Ulama Besar.<br />
<strong>Ketujuh</strong>, Syaikh Abdullah bin Abdul-Aziz bin ‘Aqil salah seorang anggota Lembaga Fatwa dan pemimpin Lembaga Ilmiah Mandiri setelah meninggalnya pemimpin kehakiman yang sebelumnya.<br />
<strong>Kedelapan</strong>, Syaikh Abdullah al-Muhammad al-‘Auhali yang mengajar di Ma’had ‘Ilmi di Makkah al-Mukarramah.<br />
<strong>Kesembilan</strong>, Syaikh Abdullah bin Hasan Alu Buraikan yang mengajar di Ma’had ‘Ilmi di ‘Unaizah. Beliau rohimahulloh memiliki banyak murid selain mereka yang telah disebutkan, saya tidak bisa memperkenalkannya satu persatu di sini.</p>
<h3>Karya-Karya Beliau</h3>
<p>Beliau telah menulis banyak karya yang bermanfaat, kami sebutkan sebagiannya berikut ini:</p>
<p>Tafsir Al Quran Al Karim yang bernama Taisir Karim al-Mannan fii Tafsir Al Quran (Mungkin maksudnya Taisir Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan, pent.) yang berjumlah 8 jilid, beliau selesai menulisnya pada tahun 1344 H yang telah diterbitkan oleh Maktabah Salafiyah di Mesir.</p>
<p>Hasyiyah ‘alal Fiqh sebagai koreksi atas berbagai kitab yang tersebar dan pernah ditulis di kalangan mazhab Hambali.</p>
<p>Irsyad Ulil Basha’ir wal Albab li Ma’rifatil Fiqh bi Aqrabi Thuruq wa Aisaril Asbab yang disusun dalam bentuk tanya jawab. Buku ini dicetak di Maktabah At Taraqi di Damaskus pada tahun 1365 H dengan biaya penulis dan dibagi-bagikan secara gratis.</p>
<p>Tanzih ad-Din wa Hamlatihi wa Rijalihi min Maftarahu Al Qashimi fi Aghlalihi. Buku ini dicetak di Dar Ihya al-Kitab al-Arabi dengan biaya seorang pejabat Hijaz Syaikh Muhammad Afandi Nashif pada tahun 1366 H.</p>
<p>Ad Durrah Al Mukhtasharah fi Mahasinil Islam, dicetak di Percetakan Ansharus Sunnah pada tahun 1366 H.</p>
<p>Al Khuthab Al ‘Ashriyah dicetak di Percetakan Ansharus Sunnah pada tahun 1366 H.</p>
<p>Al Qawa’idul Hisan fi Tafsiril Quran, dicetak di Percetakan Ansharus Sunnah pada tahun 1366 H.</p>
<p>Al Haq Al Wadhih Al Mubin fi Syarhi Tauhid Al Anbiya’ wal Mursalin, ia merupakan penjelasan Nuniyah karya Imam Ibnul Qayyim rohimahulloh, dicetak di Percetakan As Salafiyah di Mesir.</p>
<p>Taudhihul Kafiyah asy-Syafiyah, dicetak di percetakan as-Salafiyah di Mesir.</p>
<p>Wujubut Ta’awun bainal Muslimin wa Maudhu’ul Jihad ad-Dini, dicetak di Percetakan as-Salafiyah di Mesir dengan biaya penulis.</p>
<p>Al Qaul As Sadid fi Maqashid At Tauhid, dicetak di Percetakan Al Imam, dengan biaya dari Abdul Muhsin Aba Bathin pada tahun 1367 H.</p>
<p>Manhaj As Salikin sebuah ringkasan dalam ilmu Ushul Fiqih.</p>
<p>Taisir Lathif Al Mannan fi Khulashati Tafsir Al Quran, dicetak percetakan Al Imam di Mesir pada tahun 1368 H dengan biaya dari penulis dan sekelompok donatur.</p>
<p>Dan kitab-kitab lainnya seperti:</p>
<p>1. Ar-Riyadh an-Nadhirah<br />
2. Bahjatu Qulub al-Abrar<br />
3. Al-Irsyad ila Ma’rifatil Ahkam<br />
4. Al-Fawakih asy-Syahiyah fil Khuthab al-Minbariyah<br />
5. Manhaj as-Salikin wa Taudhih al-Fiqh fi ad-Din<br />
6. Thariq al-Wushul ila Ilmi al-Ma’mul bi ma’rifati qawa’id wa Dhawabith wal Ushul<br />
7. Ad-Din ash-Shahih yahullu Jami’al Masyakil<br />
8. Al-Furuq wa Taqasim al-Badi’ah an-Nafi’ah<br />
9. Al-Adillah al-Qawathi’ wal barahin fi Ibthali Ushul al-Mulhidin<br />
10. Fawa’id Mustanbithah<br />
11. Al-Wasa’il al-Mufidah<br />
12. Syuruh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah allati Radda biha ‘alal Qadariyah<br />
13. Al-Fatawa as-Sa’diyah<br />
14. At-Taudhih wal Bayan li Syajaratil Iman<br />
15. Fathu Rabb al-Hamid fi Ushulil ‘Aqa’id wa Tauhid<br />
16. Ad-Dala’il al-Quraniyah<br />
17. At-Tanbihat al-Lathifah ‘ala mahtawat ‘alaihi Al-Wasithiyah fil Mabahits al-Munifah<br />
18. Su’al wa Jawab bi Ahammil Muhimmat</p>
<h3>Beliau Jatuh Sakit</h3>
<p>Pada tahun 1371 H beliau tertimpa sakit tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah sehingga membuat sekujur tubuh beliau menggigil apabila berbicara selama beberapa jam, maka beliau menghentikan aktivitasnya, apabila membaca Al Quran lalu berbicara maka kembalilah kondisinya seperti biasanya. Dengan kondisi seperti itu beliau berangkat ke Libanon pada tahun 1372 H berkat pembiayaan dari Pemerintah Saudi Arabia, semoga Alloh memperkuatnya, beliau tinggal di Libanon selama sebulan demi menjalani terapi sehingga Alloh mengaruniakan kesembuhan kepadanya.</p>
<p>Sesudah kembali ke kota ‘Unaizah beliau langsung meneruskan aktivitas-aktivitasnya yang dahulu ditekuninya sebelum jatuh sakit yaitu memberikan pelajaran, berfatwa, menulis, berkhutbah Jum’at, menjadi imam sholat. Maka sakitnya kembali kambuh. Pada bulan Jumadil Akhirah tahun 1376 H beliau merasakan kembali penyakit yang dulu pernah menimpanya dengan ditambah suhu tubuh yang mendingin dan badannya menggigil pada malam Rabu tanggal 22 di bulan tersebut pada tahun 1376 H itu terjadi sesudah beliau selesai mengajar yang biasa dilakukannya, seperti pengajian-pengajian beliau yang lainnya. Beliau menyampaikan pelajaran di hadapan jamaah di mesjid, dan sesudah memberikan pelajaran tiba-tiba beliau merasakan berat dan tubuhnya tidak bisa digerakkan.</p>
<p>Sesudah sholat selesai beliau mengisyaratkan kepada sebagian muridnya untuk menyangga tangannya dan pergi menuntun beliau kembali ke rumahnya. Maka hal itu dilakukan sehingga bangkitlah beberapa orang dari hadirin untuk memapah beliau, dalam perjalanan ke rumah beliau sudah pingsan di tengah jalan. Sesudah itu beliau rohimahulloh kembali siuman dan beliau memuji dan bersyukur kepada Alloh dan bercakap-cakap bersama para hadirin dengan pembicaraan baik dan menyenangkan lalu beliau kembali jatuh pingsan sehingga tidak berbicara lagi sesudah itu, tatkala tiba hari Rabu pagi mereka pun memanggil dokter. Dokter itu mendiagnosa penyakit beliau dan berkesimpulan bahwa beliau menderita pendarahan di otak, apabila hal itu tidak segera ditangani maka beliau terancam maut, maka dengan segera mereka menelegram kepada Raja Saudi.</p>
<p>Perawatan kepada beliau segera dilakukan dengan berbagai cara yang bisa ditempuh, sampai-sampai sebuah pesawat dengan membawa para dokter dan perawat sudah akan diberangkatkan menuju kota ‘Unaizah, akan tetapi ketika itu cuaca sangat buruk, langit dipenuhi mendung, petir dan kilat menyambar-nyambar, angin bertiup sangat kencang sehingga menyebabkan pesawat tidak bisa lepas landas dari bandara, maka beliau rohimahulloh wafat di saat fajar hari Kamis yang bertepatan dengan 23 Jumadil Akhirah tahun 1376 H.</p>
<p>Orang-orang pun tertimpa musibah dengan wafatnya beliau, air mata pun mengalir, hati-hati manusia tergetar karenanya, banyak sekali orang yang turut mensholati jenazahnya sesudah sholat Zhuhur di hari Kamis dalam sebuah perkumpulan manusia yang sangat besar yang belum pernah disaksikan semisalnya di ‘Unaizah. Sehingga Masjid Jami’ penuh dengan orang-orang yang sholat jenazah dan para pelayat, mata-mata mereka berlinang air mata dan lisan-lisan pun ikut serta mendoakan rahmat baginya, mereka memohonkan ampunan dan keridhoan baginya. Setelah selesai sholat, jenazahnya dipanggul di atas pundak-pundak dengan berdesak-desakan menuju pekuburan Asy Syahwaniyah sebuah pekuburan yang cukup dikenal di kota ‘Unaizah.</p>
<p>Sesudah itu berbagai telepon dan telegram ta’ziah datang dari berbagai penjuru negeri. Beliau telah mewariskan peninggalan (ilmu) yang sangat banyak sulit untuk dihitung. Beliau meninggalkan tiga orang putra, mereka adalah: Abdullah, Muhammad dan Ahmad. Semoga Alloh mengampuni Syaikh yang sedang ditulis biografinya ini Abdur-Rahman bin Nashir as-Sa’di, semoga Alloh merahmati dan memaafkan beliau, sesungguhnya beliau termasuk ulama yang memiliki sifat wara’/hati-hati, salawat dan keselamatan sebanyak-banyaknya semoga senantiasa tercurah kepada Muhammad, pengikut dan seluruh sahabatnya, tercurah hingga hari kiamat.</p>
<p>Diterjemahkan dari Taisir Lathifil Mannaan, hal. 5-12 Penerbit Maktabah Ar Rusyd, Riyadh Saudi Arabia.</p>
<p>sumber: muslim.or.id</p>
No Tags]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.aldohas.com/blog/biografi-syaikh-abdurrohman-bin-nashir-as-sa%e2%80%99di/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Biografi Syaikh Abdurrohman bin Nashir As Sa’di</title>
		<link>http://blog.aldohas.com/blog/biografi-syaikh-abdurrohman-bin-nashir-as-sa%e2%80%99di/</link>
		<comments>http://blog.aldohas.com/blog/biografi-syaikh-abdurrohman-bin-nashir-as-sa%e2%80%99di/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 02:16:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Biografi]]></category>

		<category><![CDATA[Biography]]></category>

		<category><![CDATA[tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantinmilan.org/biografi-syaikh-abdurrohman-bin-nashir-as-sa%e2%80%99di/</guid>
		<description><![CDATA[(Buah pena seorang muridnya)
Penerjemah: Abu Muslih Ari Wahyudi (Staf Pengajar Ma’had Ilmi)
Diambil dari kitab Al Mukhtaraat Al Jaaliyah, karya Syaikh As Sa’di cetakan Mu’assasah as-Sa’diyah, disertai beberapa penambahan
Beliau adalah Al ‘Allamah (seorang yang sangat dalam ilmunya) yang memiliki sifat wara’ (hati-hati), zuhud, pengingat akan generasi salaf asy-Syaikh Abdur-Rahman bin Nashir bin Abdillah Alu Sa’di Tamimi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Buah pena seorang muridnya)<br />
Penerjemah: Abu Muslih Ari Wahyudi (Staf Pengajar Ma’had Ilmi)</p>
<p>Diambil dari kitab Al Mukhtaraat Al Jaaliyah, karya Syaikh As Sa’di cetakan Mu’assasah as-Sa’diyah, disertai beberapa penambahan</p>
<p>Beliau adalah Al ‘Allamah (seorang yang sangat dalam ilmunya) yang memiliki sifat wara’ (hati-hati), zuhud, pengingat akan generasi salaf asy-Syaikh Abdur-Rahman bin Nashir bin Abdillah Alu Sa’di Tamimi Al Hambali.</p>
<h3>Kelahirannya</h3>
<p>Beliau dilahirkan di kota ‘Unaizah di wilayah Qashim pada tahun 1307 hijriah, ibundanya telah meninggal pada saat beliau masih berumur 4 tahun, lalu ayahandanya juga meninggal pada tahun 1314 H ketika beliau menginjak umur 8 tahun, dan kemudian istri ayahnya (ibu tiri beliau) memberikan perhatian yang besar kepada beliau, sehingga beliau amat disayanginya melebihi kasih sayangnya kepada anak-anaknya sendiri, demikian pula saudaranya, Hamad dirawat olehnya, sehingga tumbuhlah Syaikh dengan baik. Beliau pun memasuki madrasah tahfizh/penghafal Quran dan sudah bisa menghafalnya dalam umur 11 tahun, dan beliau mampu menghafal Al Quran di luar kepala ketika mencapai umur 14 tahun.</p>
<h3>Guru-Guru Beliau</h3>
<p>Setelah beliau bisa menghafalkan Al Quran dengan melihat mushaf maupun di luar kepala maka beliau pun menyibukkan diri dengan menuntut ilmu syar’i, beliau membaca pelajaran Hadits kepada Ibrahim bin Hamd bin Jasir, membaca pelajaran Fikih dan Nahwu kepada Muhammad bin Abdul Karim Asy Syibl, membaca pelajaran tauhid, tafsir, fikih dan ushul fikih, dan juga nahwu kepada Syaikh Shalih bin Utsman Qadhi di ‘Unaizah beliaulah guru yang paling banyak ditimba ilmunya oleh Syaikh, beliau belajar secara terus menerus kepadanya sampai tamat hingga ia wafat.</p>
<p>Dan beliau juga membaca pelajaran kepada Syaikh Abdullah bin ‘Aidh dan Syaikh Sha’ab bin Abdullah at-Tuwaijiri, Syaikh Ali as-Sinani, Syaikh Ali bin Nashir Abu Wadi; beliau membaca pelajaran hadits dan kitab-kitab induk hadits yang enam kepadanya, maka ia pun memberikan ijazah kepada beliau untuk meriwayatkan hadits. Beliau juga membaca pelajaran kepada Syaikh Muhammad asy-Syinqithi ketika masih tinggal di Hijaz dulu, kemudian ia pindah ke kota az-Zubair, beliau membaca pelajaran tafsir, hadits dan mushthalah hadits kepadanya sewaktu ia menetap di kota ‘Unaizah.</p>
<h3>Beliau Mulai Memberikan Pelajaran</h3>
<p>Ketika umur beliau sudah mencapai 23 tahun, beliau sudah mulai membuka pelajaran, beliau senantiasa belajar dan mengajar, dan memanfaatkan waktunya untuk itu. Beliau juga menggeluti penelitian karya-karya tulis Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan karya-karya muridnya Ibnul Qayyim dengan penuh perhatian dan pemahaman, sehingga beliau sangat banyak mengambil faedah dari karya-karya ini.</p>
<h3>Murid-Murid Beliau</h3>
<p>Banyak sekali orang yang telah mengambil ilmu dari beliau, di antara murid beliau yang terkenal adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>Pertama</strong>, Syaikh Sulaiman bin Ibrahim al-Bassam yang mengajar di Ma’had ‘Ilmi dan pernah ditunjuk sebagai Qadhi tapi ia menolaknya.<br />
<strong>Kedua</strong>, Syaikh Muhammad bin Abdul ‘Aziz al-Mathu’ yang menjabat sebagai Qadhi di Majma’ah kemudian di ‘Unaizah.<br />
<strong>Ketiga</strong>, Syaikh Abdullah bin Abdur-Rahman al-Bassam salah seorang anggota Lembaga Peneliti di Propinsi bagian Barat dan juga anggota Lembaga Ulama Besar.<br />
<strong>Keempat</strong>, Syaikh Muhammad al-Manshur az-Zamil yang mengajar di Ma’had ‘Unaizah al-‘Ilmi.<br />
<strong>Kelima</strong>, Syaikh Ali bin Muhammad az-Zamil seorang pengajar di Ma’had ‘Unaizah, ia adalah warga Nejed yang paling mengerti ilmu Nahwu di masanya.<br />
<strong>Keenam</strong>, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ustadz di Jami’ah Muhammad bin Su’ud al-Islamiyah di Qashim dan menjadi pengganti gurunya sebagai imam di Masjid Jami’ di ‘Unaizah, beliau juga termasuk salah seorang anggota Lembaga Ulama Besar.<br />
<strong>Ketujuh</strong>, Syaikh Abdullah bin Abdul-Aziz bin ‘Aqil salah seorang anggota Lembaga Fatwa dan pemimpin Lembaga Ilmiah Mandiri setelah meninggalnya pemimpin kehakiman yang sebelumnya.<br />
<strong>Kedelapan</strong>, Syaikh Abdullah al-Muhammad al-‘Auhali yang mengajar di Ma’had ‘Ilmi di Makkah al-Mukarramah.<br />
<strong>Kesembilan</strong>, Syaikh Abdullah bin Hasan Alu Buraikan yang mengajar di Ma’had ‘Ilmi di ‘Unaizah. Beliau rohimahulloh memiliki banyak murid selain mereka yang telah disebutkan, saya tidak bisa memperkenalkannya satu persatu di sini.</p>
<h3>Karya-Karya Beliau</h3>
<p>Beliau telah menulis banyak karya yang bermanfaat, kami sebutkan sebagiannya berikut ini:</p>
<p>Tafsir Al Quran Al Karim yang bernama Taisir Karim al-Mannan fii Tafsir Al Quran (Mungkin maksudnya Taisir Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan, pent.) yang berjumlah 8 jilid, beliau selesai menulisnya pada tahun 1344 H yang telah diterbitkan oleh Maktabah Salafiyah di Mesir.</p>
<p>Hasyiyah ‘alal Fiqh sebagai koreksi atas berbagai kitab yang tersebar dan pernah ditulis di kalangan mazhab Hambali.</p>
<p>Irsyad Ulil Basha’ir wal Albab li Ma’rifatil Fiqh bi Aqrabi Thuruq wa Aisaril Asbab yang disusun dalam bentuk tanya jawab. Buku ini dicetak di Maktabah At Taraqi di Damaskus pada tahun 1365 H dengan biaya penulis dan dibagi-bagikan secara gratis.</p>
<p>Tanzih ad-Din wa Hamlatihi wa Rijalihi min Maftarahu Al Qashimi fi Aghlalihi. Buku ini dicetak di Dar Ihya al-Kitab al-Arabi dengan biaya seorang pejabat Hijaz Syaikh Muhammad Afandi Nashif pada tahun 1366 H.</p>
<p>Ad Durrah Al Mukhtasharah fi Mahasinil Islam, dicetak di Percetakan Ansharus Sunnah pada tahun 1366 H.</p>
<p>Al Khuthab Al ‘Ashriyah dicetak di Percetakan Ansharus Sunnah pada tahun 1366 H.</p>
<p>Al Qawa’idul Hisan fi Tafsiril Quran, dicetak di Percetakan Ansharus Sunnah pada tahun 1366 H.</p>
<p>Al Haq Al Wadhih Al Mubin fi Syarhi Tauhid Al Anbiya’ wal Mursalin, ia merupakan penjelasan Nuniyah karya Imam Ibnul Qayyim rohimahulloh, dicetak di Percetakan As Salafiyah di Mesir.</p>
<p>Taudhihul Kafiyah asy-Syafiyah, dicetak di percetakan as-Salafiyah di Mesir.</p>
<p>Wujubut Ta’awun bainal Muslimin wa Maudhu’ul Jihad ad-Dini, dicetak di Percetakan as-Salafiyah di Mesir dengan biaya penulis.</p>
<p>Al Qaul As Sadid fi Maqashid At Tauhid, dicetak di Percetakan Al Imam, dengan biaya dari Abdul Muhsin Aba Bathin pada tahun 1367 H.</p>
<p>Manhaj As Salikin sebuah ringkasan dalam ilmu Ushul Fiqih.</p>
<p>Taisir Lathif Al Mannan fi Khulashati Tafsir Al Quran, dicetak percetakan Al Imam di Mesir pada tahun 1368 H dengan biaya dari penulis dan sekelompok donatur.</p>
<p>Dan kitab-kitab lainnya seperti:</p>
<p>1. Ar-Riyadh an-Nadhirah<br />
2. Bahjatu Qulub al-Abrar<br />
3. Al-Irsyad ila Ma’rifatil Ahkam<br />
4. Al-Fawakih asy-Syahiyah fil Khuthab al-Minbariyah<br />
5. Manhaj as-Salikin wa Taudhih al-Fiqh fi ad-Din<br />
6. Thariq al-Wushul ila Ilmi al-Ma’mul bi ma’rifati qawa’id wa Dhawabith wal Ushul<br />
7. Ad-Din ash-Shahih yahullu Jami’al Masyakil<br />
8. Al-Furuq wa Taqasim al-Badi’ah an-Nafi’ah<br />
9. Al-Adillah al-Qawathi’ wal barahin fi Ibthali Ushul al-Mulhidin<br />
10. Fawa’id Mustanbithah<br />
11. Al-Wasa’il al-Mufidah<br />
12. Syuruh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah allati Radda biha ‘alal Qadariyah<br />
13. Al-Fatawa as-Sa’diyah<br />
14. At-Taudhih wal Bayan li Syajaratil Iman<br />
15. Fathu Rabb al-Hamid fi Ushulil ‘Aqa’id wa Tauhid<br />
16. Ad-Dala’il al-Quraniyah<br />
17. At-Tanbihat al-Lathifah ‘ala mahtawat ‘alaihi Al-Wasithiyah fil Mabahits al-Munifah<br />
18. Su’al wa Jawab bi Ahammil Muhimmat</p>
<h3>Beliau Jatuh Sakit</h3>
<p>Pada tahun 1371 H beliau tertimpa sakit tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah sehingga membuat sekujur tubuh beliau menggigil apabila berbicara selama beberapa jam, maka beliau menghentikan aktivitasnya, apabila membaca Al Quran lalu berbicara maka kembalilah kondisinya seperti biasanya. Dengan kondisi seperti itu beliau berangkat ke Libanon pada tahun 1372 H berkat pembiayaan dari Pemerintah Saudi Arabia, semoga Alloh memperkuatnya, beliau tinggal di Libanon selama sebulan demi menjalani terapi sehingga Alloh mengaruniakan kesembuhan kepadanya.</p>
<p>Sesudah kembali ke kota ‘Unaizah beliau langsung meneruskan aktivitas-aktivitasnya yang dahulu ditekuninya sebelum jatuh sakit yaitu memberikan pelajaran, berfatwa, menulis, berkhutbah Jum’at, menjadi imam sholat. Maka sakitnya kembali kambuh. Pada bulan Jumadil Akhirah tahun 1376 H beliau merasakan kembali penyakit yang dulu pernah menimpanya dengan ditambah suhu tubuh yang mendingin dan badannya menggigil pada malam Rabu tanggal 22 di bulan tersebut pada tahun 1376 H itu terjadi sesudah beliau selesai mengajar yang biasa dilakukannya, seperti pengajian-pengajian beliau yang lainnya. Beliau menyampaikan pelajaran di hadapan jamaah di mesjid, dan sesudah memberikan pelajaran tiba-tiba beliau merasakan berat dan tubuhnya tidak bisa digerakkan.</p>
<p>Sesudah sholat selesai beliau mengisyaratkan kepada sebagian muridnya untuk menyangga tangannya dan pergi menuntun beliau kembali ke rumahnya. Maka hal itu dilakukan sehingga bangkitlah beberapa orang dari hadirin untuk memapah beliau, dalam perjalanan ke rumah beliau sudah pingsan di tengah jalan. Sesudah itu beliau rohimahulloh kembali siuman dan beliau memuji dan bersyukur kepada Alloh dan bercakap-cakap bersama para hadirin dengan pembicaraan baik dan menyenangkan lalu beliau kembali jatuh pingsan sehingga tidak berbicara lagi sesudah itu, tatkala tiba hari Rabu pagi mereka pun memanggil dokter. Dokter itu mendiagnosa penyakit beliau dan berkesimpulan bahwa beliau menderita pendarahan di otak, apabila hal itu tidak segera ditangani maka beliau terancam maut, maka dengan segera mereka menelegram kepada Raja Saudi.</p>
<p>Perawatan kepada beliau segera dilakukan dengan berbagai cara yang bisa ditempuh, sampai-sampai sebuah pesawat dengan membawa para dokter dan perawat sudah akan diberangkatkan menuju kota ‘Unaizah, akan tetapi ketika itu cuaca sangat buruk, langit dipenuhi mendung, petir dan kilat menyambar-nyambar, angin bertiup sangat kencang sehingga menyebabkan pesawat tidak bisa lepas landas dari bandara, maka beliau rohimahulloh wafat di saat fajar hari Kamis yang bertepatan dengan 23 Jumadil Akhirah tahun 1376 H.</p>
<p>Orang-orang pun tertimpa musibah dengan wafatnya beliau, air mata pun mengalir, hati-hati manusia tergetar karenanya, banyak sekali orang yang turut mensholati jenazahnya sesudah sholat Zhuhur di hari Kamis dalam sebuah perkumpulan manusia yang sangat besar yang belum pernah disaksikan semisalnya di ‘Unaizah. Sehingga Masjid Jami’ penuh dengan orang-orang yang sholat jenazah dan para pelayat, mata-mata mereka berlinang air mata dan lisan-lisan pun ikut serta mendoakan rahmat baginya, mereka memohonkan ampunan dan keridhoan baginya. Setelah selesai sholat, jenazahnya dipanggul di atas pundak-pundak dengan berdesak-desakan menuju pekuburan Asy Syahwaniyah sebuah pekuburan yang cukup dikenal di kota ‘Unaizah.</p>
<p>Sesudah itu berbagai telepon dan telegram ta’ziah datang dari berbagai penjuru negeri. Beliau telah mewariskan peninggalan (ilmu) yang sangat banyak sulit untuk dihitung. Beliau meninggalkan tiga orang putra, mereka adalah: Abdullah, Muhammad dan Ahmad. Semoga Alloh mengampuni Syaikh yang sedang ditulis biografinya ini Abdur-Rahman bin Nashir as-Sa’di, semoga Alloh merahmati dan memaafkan beliau, sesungguhnya beliau termasuk ulama yang memiliki sifat wara’/hati-hati, salawat dan keselamatan sebanyak-banyaknya semoga senantiasa tercurah kepada Muhammad, pengikut dan seluruh sahabatnya, tercurah hingga hari kiamat.</p>
<p>Diterjemahkan dari Taisir Lathifil Mannaan, hal. 5-12 Penerbit Maktabah Ar Rusyd, Riyadh Saudi Arabia.</p>
<p>sumber: muslim.or.id</p>
No Tags]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.aldohas.com/blog/biografi-syaikh-abdurrohman-bin-nashir-as-sa%e2%80%99di/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pendaftaran Cisco Inline Course</title>
		<link>http://blog.booedy.com/?p=174</link>
		<comments>http://blog.booedy.com/?p=174#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 02:02:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ilmu Komputer]]></category>

		<category><![CDATA[berita]]></category>

		<category><![CDATA[cisco]]></category>

		<category><![CDATA[pendaftaran]]></category>

		<category><![CDATA[ugm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.booedy.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Pengumuman :
Teman-teman Computer Science UGM yang mau bergabung mengikuti kelas Cisco Inline course bersama saya dan teman mohon menghubungi saya dengan email ke booedy@gmail atau memberikan identitas lengkap(nama, prodi, dan email) di comment blog ini dan menyatakan bersedia mengikuti kelas.
Apa itu Cisco Inline Course ?

Program Inline adalah program persiapan sertifikasi CCNA Exploration Network Fundamentals dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://cna.cs.ugm.ac.id/img/cnap_logo.gif" alt="cisco" /><strong>Pengumuman :</strong></p>
<p>Teman-teman Computer Science UGM yang mau bergabung mengikuti kelas Cisco Inline course bersama saya dan teman mohon menghubungi saya dengan email ke booedy@gmail atau memberikan identitas lengkap(nama, prodi, dan email) di comment blog ini dan menyatakan bersedia mengikuti kelas.</p>
<p><strong>Apa itu Cisco Inline Course ?</strong></p>
<blockquote><p>
Program Inline adalah program persiapan sertifikasi CCNA Exploration Network Fundamentals dengan meakui kredit yang sudah diperoleh pada matakuliah jaringan Komputer. Dengan pengakuan terhadap kredit yang sudah dicapai, maka mahasiswa tidak perlu mengikuti program CCNA Exploration Network Fundamentals secara penuh. Mahasiswa cukup mengikuti kelas praktek CCNA Exploration Network Fundamentals beserta ujian-ujian terkait. dari : cna.cs.ugm.ac.id</p></blockquote>
<p><strong>Mengapa saya posting pendaftaran ini ?</strong></p>
<p>Saya ingin mengikuti kelas, tetapi harus menunggu quota agar kelas bisa diadakan, sehingga saya menghimpun teman-teman yang berminat melalui post ini. Dan kelas akan segera dimulai apabila quota sudah terkumpul.</p>
<p><strong>Syarat dan Biaya</strong></p>
<ul>
<li>Telah atau sedang mengikuti mata kuliah Jaringan Komputer.</li>
<li>Biaya pendaftaraan 500.000 dan biaya administrasi 40.000</li>
<li>Kelas dimulai apabila peserta minimal 8 orang dan maksimal 12 orang</li>
<li>Kelas berdurasi 3 jam dengan 10 kali pertemuan, full praktek.</li>
</ul>
<p><strong>Yang anda dapatkan ?</strong></p>
<ul>
<li>Ilmu dan Praktek Jaringan dengan infrastruktur Cisco.</li>
<li>Sertifikasi CCNA level 1</li>
</ul>
<p><strong>Peserta Sementara : </strong></p>
<ul>
<li>Wahyu Budi Prasetyo, Ilmu Komputer 2005</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.booedy.com/?p=174/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pendaftaran Cisco Inline Course</title>
		<link>http://blog.booedy.com/?p=174</link>
		<comments>http://blog.booedy.com/?p=174#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 02:02:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ilmu Komputer]]></category>

		<category><![CDATA[berita]]></category>

		<category><![CDATA[cisco]]></category>

		<category><![CDATA[pendaftaran]]></category>

		<category><![CDATA[ugm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantinmilan.org/pendaftaran-cisco-inline-course/</guid>
		<description><![CDATA[Pengumuman :
Teman-teman Computer Science UGM yang mau bergabung mengikuti kelas Cisco Inline course bersama saya dan teman mohon menghubungi saya dengan email ke booedy@gmail atau memberikan identitas lengkap(nama, prodi, dan email) di comment blog ini dan menyatakan bersedia mengikuti kelas.
Apa itu Cisco Inline Course ?

Program Inline adalah program persiapan sertifikasi CCNA Exploration Network Fundamentals dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://cna.cs.ugm.ac.id/img/cnap_logo.gif" alt="cisco" /><strong>Pengumuman :</strong></p>
<p>Teman-teman Computer Science UGM yang mau bergabung mengikuti kelas Cisco Inline course bersama saya dan teman mohon menghubungi saya dengan email ke booedy@gmail atau memberikan identitas lengkap(nama, prodi, dan email) di comment blog ini dan menyatakan bersedia mengikuti kelas.</p>
<p><strong>Apa itu Cisco Inline Course ?</strong></p>
<blockquote><p>
Program Inline adalah program persiapan sertifikasi CCNA Exploration Network Fundamentals dengan meakui kredit yang sudah diperoleh pada matakuliah jaringan Komputer. Dengan pengakuan terhadap kredit yang sudah dicapai, maka mahasiswa tidak perlu mengikuti program CCNA Exploration Network Fundamentals secara penuh. Mahasiswa cukup mengikuti kelas praktek CCNA Exploration Network Fundamentals beserta ujian-ujian terkait. dari : cna.cs.ugm.ac.id</p></blockquote>
<p><strong>Mengapa saya posting pendaftaran ini ?</strong></p>
<p>Saya ingin mengikuti kelas, tetapi harus menunggu quota agar kelas bisa diadakan, sehingga saya menghimpun teman-teman yang berminat melalui post ini. Dan kelas akan segera dimulai apabila quota sudah terkumpul.</p>
<p><strong>Syarat dan Biaya</strong></p>
<ul>
<li>Telah atau sedang mengikuti mata kuliah Jaringan Komputer.</li>
<li>Biaya pendaftaraan 500.000 dan biaya administrasi 40.000</li>
<li>Kelas dimulai apabila peserta minimal 8 orang dan maksimal 12 orang</li>
<li>Kelas berdurasi 3 jam dengan 10 kali pertemuan, full praktek.</li>
</ul>
<p><strong>Yang anda dapatkan ?</strong></p>
<ul>
<li>Ilmu dan Praktek Jaringan dengan infrastruktur Cisco.</li>
<li>Sertifikasi CCNA level 1</li>
</ul>
<p><strong>Peserta Sementara : </strong></p>
<ul>
<li>Wahyu Budi Prasetyo, Ilmu Komputer 2005</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.booedy.com/?p=174/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Minum Oplosan Dini Hari</title>
		<link>http://blog.iwanudin.com/2008/11/20/minum-oplosan-dini-hari/</link>
		<comments>http://blog.iwanudin.com/2008/11/20/minum-oplosan-dini-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 19:05:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<category><![CDATA[gudeg]]></category>

		<category><![CDATA[kopi]]></category>

		<category><![CDATA[lapar]]></category>

		<category><![CDATA[madu]]></category>

		<category><![CDATA[serabi]]></category>

		<category><![CDATA[sereal]]></category>

		<category><![CDATA[susu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.iwanudin.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Jam laptop sudah menunjukkan jam satu lewat tiga puluh lima menit (dini hari), laperrr banget. Padahal jam delapan malem tadi sudah maem pecel lele dan ditutup dengan nikmatnya serabi manis.
Mau keluar.. cari maem, jam segini mah adanya cuman gudeg sama warung masakan padang. Boring ah&#8230;
Maem apa yah&#8230;
Oh ya, aku khan punya stock logistik yang cukup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.iwanudin.com/wp-content/uploads/2008/11/kopi-susu.gif" alt="" width="217" height="269" />Jam laptop sudah menunjukkan jam satu lewat tiga puluh lima menit (dini hari), laperrr banget. Padahal jam delapan malem tadi sudah maem pecel lele dan ditutup dengan nikmatnya <a title=" s e r a b i " href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serabi"><strong>serabi</strong></a> manis.</p>
<p>Mau keluar.. cari maem, jam segini mah adanya cuman <a title=" g u d e g " href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gudeg"><strong>gudeg</strong></a> sama warung <a title=" m a s a k a n  p a d a n g " href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masakan_Padang"><strong>masakan padang</strong></a>. <em>Boring</em> ah&#8230;</p>
<p>Maem apa yah&#8230;</p>
<p>Oh ya, aku khan punya stock logistik yang cukup buanyak..</p>
<p>Ini dia menu yang barusan aku buat.</p>
<ul>
<li>1 sendok teh <strong><a title=" K o p i " href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kopi">Kopi</a></strong> instan (tanpa ampas)</li>
<li>1 sachet <a title=" S u s u " href="http://id.wikipedia.org/wiki/Susu"><strong>Susu</strong></a> kental manis</li>
<li>1 sachet <a title=" S e r e a l " href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biji-bijian"><strong>Sereal</strong></a> rasa jahe</li>
<li>2 sendok teh <a title=" M a d u " href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madu"><strong>Madu</strong></a></li>
</ul>
<p>di uleg aduk dalam satu gelas kecil dengan air anget secukupnya. Instan..! Satu menit jadi, langsung sruput.. Mantab coy.. !! Lumayanlah bisa temani lemburku malem ini. Maklum kantor lagi banyak order. Banyak PR juga buat aku.</p>
<p>By the way any busway, kayaknya abiz ini bikin mie rebus oplosan dua butir telur ayam asyik juga yah. Pasti tidak kalah mantab. Enyak..enyak..enyaakk..</p>
<p>Makan dulu ya Coy..!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.iwanudin.com/2008/11/20/minum-oplosan-dini-hari/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nikah Tanpa Nguber-Nguber Akhwat</title>
		<link>http://blog.aldohas.com/blog/nikah-tanpa-nguber-nguber-akhwat/</link>
		<comments>http://blog.aldohas.com/blog/nikah-tanpa-nguber-nguber-akhwat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 17:56:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[From The Old Diary]]></category>

		<category><![CDATA[Menarik Nih]]></category>

		<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<category><![CDATA[menarik]]></category>

		<category><![CDATA[nikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wp/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[lha yang bilang nikah = Nguber2 akhwat tu sapa?
Salah besar tu
Afwan tapi menurut ane nikah gak ada hubungannya sama akhwat.
Kecuali sedikit sekali, itu pun di akhir2.
Islam punya konsep yang lebih mengagumkan daripada itu. Konsep yang mungkin sangat irasional sekali jika dipikirkan oleh manusia modern sekarang.
Bagaimana bisa nikah tanpa mencari akhwat?
Lha itu dia hebatnya
Kita tidak mengejar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>lha yang bilang nikah = Nguber2 akhwat tu sapa?<br />
Salah besar tu</p>
<p>Afwan tapi menurut ane nikah gak ada hubungannya sama akhwat.<br />
Kecuali sedikit sekali, itu pun di akhir2.</p>
<p>Islam punya konsep yang lebih mengagumkan daripada itu. Konsep yang mungkin sangat irasional sekali jika dipikirkan oleh manusia modern sekarang.<br />
Bagaimana bisa nikah tanpa mencari akhwat?<br />
Lha itu dia hebatnya<br />
Kita tidak mengejar manusia(akhwat) tapi kita langsung minta pada Sang Pemilik Manusia<br />
Dia telah memastikan (seorang yang taat akan diberi yang taat juga, yang penzina demikian juga penzinanya) pasangan yg sederajat sudah dijanjikanNya.</p>
<p>Lalu apa kita tidak percaya (hingga sibuk jual tampang + nguber2 akhwat)</p>
<p>Tugas kita ya tinggal menjemput aja,<br />
Nah ini dia menurut ane yang perlu kita lakukan<br />
Berdo&#8217;a terus minta cepat diberikan jodoh, pelajari semua ilmu2nya tentang pernikahan, (juga tentang khitbah, mengasuh anak, psikologi suami-istri dll).<br />
Persiapkan segala hal, mental maupun finansial (usahakan finansial juga dikuatkan, ini untuk menghadapi kehidupan sekarang yg udah kena kapitalisme semua, walaupun ini bukan syarat wajib)<br />
Terus meningkatkan diri, baik ruhani, intelektual maupun fisik (ibadah, belajar dan juga olahraga n jaga kesehatan)</p>
<p>Nah itu udah banyak yang bisa kita lakukan (ada hubungannya dgn akhwat gak? gak ada kan&#8230;)</p>
<p>Ntar klo kita udah siap semua baru tuh bidadari nempel sendiri InsyaAllah<br />
So semangat nikah tu dalam konsep Islam adalah usaha memperbaiki diri untuk menjemput sang bidadari yg percaya aja deh pasti ntar datang sendiri.</p>
<p>Ni bukan cuma buat ikhwan tapi juga buat akhwat (ayo perindah dirimu dengan kualitas selevel bidadari, ok? )</p>
<p>Tambahan lagi (klo ini terserah klo mau ditiru)<br />
Perlu juga kita buat semacam target (klo dalam ilmu motivasi disebut sebagai suatu peneguhan atau affirmasi)<br />
Yang itu mesti kita umumkan biar kita bisa terus terpacu<br />
Klo ane mentargetkan nikah 2006 (meskipun keyakinan ane kecil sekali) tapi itu gak papa karena target itu jangan dipermudah.<br />
n juga yang penting hrs diketahui khalayak ramai (ane juga ngumumin di temen2 LDK (JS) selain juga dimilis ini) jadi motivasi itu gak pernah berhenti karena waktu terus mengejar</p>
<p>Alhamdulillah ane udah ngerasa banyak sekali manfaatnya setelah ane ngumumin beberapa bulan lalu.<br />
Contoh kecilnya, misalnya klo dulu ane baca buku 1 bulan 1 buku aja udah mending sekarang ane bisa ngelahap lebih dari 10 buku dalam 1 bulan.<br />
-<br />
</p>
<p> -</p>
<p> -</p>
<p><em>14 Des 2005<br />
Alhamdulillah rencana itu hanya molor 1 tahun, tahun 2007 tercapai, tetap dengan keyakinan &#8220;tanpa nguber2 akhwat&#8221;</em></p>
No Tags]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.aldohas.com/blog/nikah-tanpa-nguber-nguber-akhwat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nggak Ngopi?</title>
		<link>http://diary.satchdesign.com/?p=134</link>
		<comments>http://diary.satchdesign.com/?p=134#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 15:12:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Daily Waton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diary.satchdesign.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Nggak ngopi? Ngantuk lo.&#8221;
&#8220;Nggak. Gua Kratingdaeng aja.&#8221;
&#8220;Nggak takut kafein?&#8221;
Sampe sekarang aku masih heran sama iklan Kratingdaeng versi &#8220;nggak ngopi&#8221; itu. Tadinya Tika nyuruh ngopi, lha, kok, habis itu malah nanyain si Yosi takut kafein atau nggak gara-gara lebih milih Kratingdaeng ketimbang ngopi. Heran aku sama 2 makhluk dari Project Pop itu. Memangnya kopi itu nggak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Nggak ngopi? Ngantuk lo.&#8221;<br />
&#8220;Nggak. Gua Kratingdaeng aja.&#8221;<br />
&#8220;Nggak takut kafein?&#8221;</p>
<p>Sampe sekarang aku masih heran sama iklan Kratingdaeng versi &#8220;nggak ngopi&#8221; itu. Tadinya Tika nyuruh ngopi, lha, kok, habis itu malah nanyain si Yosi takut kafein atau nggak gara-gara lebih milih Kratingdaeng ketimbang ngopi. Heran aku sama 2 makhluk dari Project Pop itu. Memangnya kopi itu nggak mengandung kafein?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diary.satchdesign.com/?p=134/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nggak Ngopi?</title>
		<link>http://diary.satchdesign.com/?p=134</link>
		<comments>http://diary.satchdesign.com/?p=134#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 15:12:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Daily Waton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantinmilan.org/nggak-ngopi/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Nggak ngopi? Ngantuk lo.&#8221;
&#8220;Nggak. Gua Kratingdaeng aja.&#8221;
&#8220;Nggak takut kafein?&#8221;
Sampe sekarang aku masih heran sama iklan Kratingdaeng versi &#8220;nggak ngopi&#8221; itu. Tadinya Tika nyuruh ngopi, lha, kok, habis itu malah nanyain si Yosi takut kafein atau nggak gara-gara lebih milih Kratingdaeng ketimbang ngopi. Heran aku sama 2 makhluk dari Project Pop itu. Memangnya kopi itu nggak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Nggak ngopi? Ngantuk lo.&#8221;<br />
&#8220;Nggak. Gua Kratingdaeng aja.&#8221;<br />
&#8220;Nggak takut kafein?&#8221;</p>
<p>Sampe sekarang aku masih heran sama iklan Kratingdaeng versi &#8220;nggak ngopi&#8221; itu. Tadinya Tika nyuruh ngopi, lha, kok, habis itu malah nanyain si Yosi takut kafein atau nggak gara-gara lebih milih Kratingdaeng ketimbang ngopi. Heran aku sama 2 makhluk dari Project Pop itu. Memangnya kopi itu nggak mengandung kafein?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diary.satchdesign.com/?p=134/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
