Entries for the ‘Njajal-njajal’ Category

Rock(ok) Alternatif

Thursday, November 13th, 2008

Ada yang suka ngerokok? Ada yang suka Djarum Super? Aku suka. Aku suka ngerokok Djarum Super. Djarum Super 12, lebih tepatnya. Kadang-kadang juga, kalau lagi (kepengen keliatan) kaya, aku juga mampir ke Circle K buat beli sebungkus Mild Seven Lights. Tapi yang terakhir itu betul-betul cuma kadang-kadang. Rokok primerku sampai sekarang tetaplah Djarum Super. Sialnya sangu bulananku terbatas. Jadinya aku malah lebih sering beli eceran, yang biasanya warung di depan rumah tempatku beli rokok lebih memilih buat ngecerin Djarum Super 16 ketimbang Djarum Super 12. Lebih untung, soale. Padahal sudah jadi rahasia umum kalo batangan Djarum Super isi 16 itu nggak seenak yang isi 12. (more…)

Rock(ok) Alternatif

Thursday, November 13th, 2008

Ada yang suka ngerokok? Ada yang suka Djarum Super? Aku suka. Aku suka ngerokok Djarum Super. Djarum Super 12, lebih tepatnya. Kadang-kadang juga, kalau lagi (kepengen keliatan) kaya, aku juga mampir ke Circle K buat beli sebungkus Mild Seven Lights. Tapi yang terakhir itu betul-betul cuma kadang-kadang. Rokok primerku sampai sekarang tetaplah Djarum Super. Sialnya sangu bulananku terbatas. Jadinya aku malah lebih sering beli eceran, yang biasanya warung di depan rumah tempatku beli rokok lebih memilih buat ngecerin Djarum Super 16 ketimbang Djarum Super 12. Lebih untung, soale. Padahal sudah jadi rahasia umum kalo batangan Djarum Super isi 16 itu nggak seenak yang isi 12. (more…)

Ini Semua Demi Kamu, Di!

Sunday, October 19th, 2008

Pernah ngerasain mengagumi seseorang tapi cuma bisa kita lakukan dari jauh? Aku pernah dan bahkan masih. Aku menyukai seseorang tapi rasanya, kok, ya dia itu jauh dari jangkauanku. Mau mendekati secara frontal, ealah…aku sungkan. Ada banyak faktor yang ternyata menjadi kendala. Lingkungan yang berbeda, gaya hidup yang berlainan, sampai juga faktor keterbatasan finansial yang membuatku nggak mungkin melakukan pendekatan yang intensif, semuanya akhirnya cuma bisa menghasilkan sebuah kekaguman dari jarak jauh. Sangat jauh, malahan. (more…)

Laskar Pelangi: Filmnya

Friday, October 10th, 2008

Sejujurnya, kecuali bagian sampulnya, sehuruf pun aku belum pernah mbaca novel “Laskar Pelangi” yang konon fenomenal itu; cuma tahu garis besar ceritanya. Bukan apa-apa, sih. Bukan nggak tertarik untuk beli atau bahkan nggak punya duit untuk beli buku itu. Nggak mungkin! Sama sekali nggak mungkin. Anak muda kaya-raya seperti aku manalah mungkin sampai nggak punya duit buat beli buku yang diprediksi bakal jadi buku legendaris di Endonesa itu, ya kan? (more…)

Iga Bakar: Bukan Tempat Pedekate

Sunday, August 31st, 2008

Aku masih sakit, sakit hepatitis A. Dan gara-gara maksa ikutan upacara wisuda kemarin sakitku malah jadi tambah parah. Dan gara-gara sakitku tambah parah, mamakku terpaksa masih nemenin aku di Jokja (bapakku, sih, sudah pulang). Dan gara-gara mamakku masih nemenin aku, akunya malah jadi bisa berfoya-foya, makan sesukanya mumpung dibiayai orang tua. Aku sempat minta dibeliin sate ayam, sate kambing, tongseng, hamburger, pizza, dan lain-lain. Pokoknya makanan apapun yang aku pengenin - gara-gara lagi sakit - pasti diturutin. Terakhir kemarin, akhirnya aku kesampaian juga njajal maem iga bakar di Iga Bakar. (more…)