Setelah beberapa bulan absen ngeblog, kumpul2, dan tentu saja bersenang-senang di TK Alhamdulillah, Kasihan, Bantul, akhirnya 17 Maret kmarin sempat juga mampir sebentar di sana.
Ba’da Maghrib kmarin dimulai dengan kekosongan kuliah Analisis dan Perancangan Protokol oleh Pak Medi. Setelah berusaha meyakinkan diri bahwa kuliyah sore itu kosong (karena tidak ada pengumuman kosong dari mas jindar ditambah keyakinan bahwa saya sudah sangat kelaparan), mas Faizal menawarkan bakso hasil masakannya di rumah dan tentu saja akhirnya saya terhipnotis untuk mampir ke kediaman mas Faizal+mba Rima (manten anyar).
Mas Faizal nganter saya dulu ke GT, untuk ambil motor saya sehingga kami naik motor sendiri2 menuju ke rumah beliau (klo ketahuan mba Rima, bisa berabe) di Pesona Mentari Blok B2 (bisa dibaca berdua atau sebuah singkatan dari hewan yang sering kita dengar, b*b*).
Sesampai di Rumahnya, sudah siyap sang Istri menyambut kedatangan suami tercinta, kekeke, jd jeles, huks… G usah pake basa basi, setelah saya disuruh masuk, langsung saya ambil sebuah wafer rasa asin di meja tamu.
Baru kemudian Mas Faizal ngomong klo g masak bakso,
GRRRRRRRR,,
bukan saya yang marah, tp perut ini seolah meronta,
GR………, guk guk guk…
Beuh…, akhirnya sepasang pengantin baru tersebut langsung masak buncis+wortel dkk, tahu goreng, terong goreng, dan telur goreng.
,
senangnya hatiku, hilang rasa laparku, semua karna B2 oh B2…
—makaaan—
Setelah selesai makan, ngobrol ngalor ngidul di teras dengan Mas Faizal dan adik-sepupu iparnya, Paris Hutapeas. Sementara itu di Milan (Mipa selatan), dandik menunggu kedatangan saya untuk berangkat bareng ke Bantul. He2, sori y ndik, tak tinggal maem gratis…
Jam 9 saya keluar dari B2 itu menuju kos dandik (dandik udah pulang ke kos ternyata) untuk menuju Bantul. Come on ndik…, lets overtime there…
Sesampai di TK Alhamdulillah, ktemu sama Rimbun (O-ong, Kehutanan UGM, x-bbc, x-delayota). Kemudian sms jeng Yeni dan Tyok, tanya posisi mereka dimana. Ternyata jeng Yeni berada di bawah pohon mangga duduk bersebelahan dengan cewek berkacamata (hehe, sopo kui mas dab?). Di belakangnya ada juga penampakan Zamroni. Sementara Tyox baru datang beberapa menit setelah kami datang.
Karena sudah kehabisan tempat duduk yang bisa digunakan untuk menikmati secara langsung hiburan malam itu, dan secara implisit kami sepakat bahwa berdiri terus menerus adalah membuat kaki pegal-pegal, akhirnya tyox, dandik, dan saya mencari tempat di depan viewer. G popo dab, sek penting cetho meskipun membuat leher pegal-pegal.
Performance malam itu sangat menarik. Diawali dengan kesenian-kesenian anak jalanan dan dari ISI (Institut Seni Indonesia), kemudian disambung Pak Harwanto dengan kelakar segarnya dan dilanjutkan oleh CNKK.
Pak Harwanto mengupas tuntas masalah krisis pangan internasional, yang disebabkan oleh Bank Dunia, IMF, lahan yang menipis, produksi yang menurun, dsb. Sementara CN mengawali dengan Film Ayat-ayat Cinta, GUBRAK!!!
CN mengatakan kalau di Film itu terdapat suaranya, namun Beliau tidak mengetahuinya, GUBRAK, BRAK, BRAK…, ga popo Cak, suaramu pancen apik, pahala to melu menghibur pengusaha Film kui, ho ho..,
Juga mengatakan kalau judul Film itu memiliki 2 pasar dengan nilai jual yang tinggi. Yang pertama adalah kata ‘Ayat’ yang akan menjual kepada orang yang suka terhadap ‘Ayat’, kemudian yang kedua adalah kata ‘Cinta’ yang menjual kepada orang-orang yang suka dengan ‘Cinta’. Ho ho, semua memang sudah dipikirkan Cak…
Dan tentang tidak diijinkannya Film tersebut syuting di Cairo, dan akhirnya di India.
—Sementara saya yang juga berperan serta dalam penyebaran Film AAC versi gratisan hanya menontonnya sepotong-sepotong sambil maen Pro Evolution Soccer 2007, karena malah takut dengan kata ‘Ayat’ dan tidak mau terjun terlalu dalam dalam kata ‘Cinta’—
Selain itu juga tentang peluncuran Film yang isinya ‘memfitnah Islam’ di Belanda 24 Maret besok. Just be waiting…
Ga terasa sampai jam setengah3 ‘Aksi’ malam itu. Dandik, tyox, dan saya langsung pulang. Dandik pulang ke kos, tyox dan saya nginep di rumah Y2k di Asrama Lonceng, Mergangsan, Taman Siswo.
Sesampainya di rumah Y2k…
Jam 3 mulai mapan di kasur (saya mulai berusaha tidur). Adzan subuh masih bisa saya dengar (berusaha tidur), jam 6 kurang ¼ Alarm HP berbunyi (masih pengen tidur), jam ½7 Y2k pamitan mau berangkat kerja (ganggu tidur saja), jam 7 kurang ¼ Alarm HP berbunyi lagi (langsung saya matikan), jam 7 Bapak telpon suruh berangkat kerja (sek pak, jeh ngantuk jeh), baru jam 8 benar-benar adalah sebuah kebangunan Tyox dan saya.
Cuci muka+kumur-kumur…, berangkat kerja, hehe,
*durung adus